Butterfly Effect
- Jul 1, 2016
- 3 min read

Yang udah pernah nonton film The Butterfly Effect angkat tangan!! Mau lo angkat atau gak gue gak bakal tau sih, tapi ya udah lah biar gokil dikit. Apaan nih efek kupu-kupu? Yak jadi di artikel ini gue mau bahas tentang science lagi yang agak aneh ini. Mungkin beberapa dari kalian udah ada yang pernah tau istilah Butterfly Effect, gue disini ga bakal bahas detail banget tp dikit-dikit aja sekedar lo tau.
Kalo lo udah pernah nonton film The Butterfly Effect lo bakal punya gambarannya nih tentang apa yang bakal gue omongin diartikel ini.

Sinopsis : seorang mahasiswa bernama Evan Treborn (Ashton Kutcher) yang menderita sakit kepala begitu menyakitkan sehingga ia sering pingsan. Dalam ketidaksadarannya tersebut, Evan mampu untuk melakukan perjalanan kembali pada waktunya disaat-saat sulit pada masa kecilnya bersama teman-temannya. Dia juga dapat mengubah masa lalu untuk teman-temannya, seperti Kayleigh (Amy Smart), yang dianiaya oleh ayahnya (Eric Stoltz). Tetapi mengubah masa lalu dapat mengubah masa depan, dan Evan menemukan dirinya dalam realitas mimpi buruk, termasuk salah satu ia terkunci di sebuah penjara.
Warning! : Film diatas agak disturbing jadi kalo lo ga terlalu berani disarankan jangan nonton.
Jadi, apa sih Butterfly Effect itu? Oke, kita mulai dari sejarah singkatnya dulu ya.
Istilah “Butterfly Effect” ditemukan oleh Edward Norton Lorenz yang pada saat itu lagi kerja sebagai peneliti Meteorologi. Jadi ceritanya pas si Lorenz lagi usaha buat ramalan cuaca nih seperti biasanya dia nyelesain 12 persamaan diferensial non-linear dengan komputer, setelah itu dia cetak hasilnya dikertas dengan format 6 angka dibelakang koma (....,784021) tapi setelah itu supaya hemat waktu dan kertas dia cetak angkanya hanya 3 angka dibelakang koma (.....,784), korupsi nih tapi kalo pas itu ga korupsi dia ga bakal nemuin istilah Butterfly Effect. Beberapa waktu kemudian, dia kaget nih karena hasilnya ternyata sangat beda sama yang dia harapkan. Pada awalnya kedua kurva tersebut memang berimpitan, tetapi lama-lama geser terus sampai bentuk corak yang bener-bener beda.
Istilah Butterfly Effect sendiri digunakan dalam Teori Chaos

Haduh bahasa apa sih itu? Hehehe, susah dimengerti ya? Oke, jadi intinya adalah kalau ada perubahan yang kecil saja pada satu tempat dalam suatu sistem yang non-linear, itu dapat menghasilkan perubahan yang besar. Nah menurut Edward Norton Lorenz kalau ada kupu-kupu yang mengepakkan sayapnya di hutan Belantara Brazil, secara teori maka akan menghasilkan Tornado di Texas.
Widih serem dah, kira-kira kupu-kupu dimana nih yang bakal hasilin tornado di Indonesia kalau gitu? Tenang dulu, Butterfly Effect ini cuma teori aja dan Butterfly Effect kan cuma istilah. Butterfly Effect juga lebih sering dipakai untuk cuaca karena mudah diperlihatkan dalam model ramalan cuaca standar.
Tapi, dalam dunia nyata sendiri efek kupu-kupu sebenernya sudah ada, contohnya aja Tim Berners Lee. Pasti jarang banget nih ada yang tau siapa dia, Tim Berners Lee gue panggil Mr.Lee aja ya dia itu orang yang nemuin World Wide Web (www.) dan merilis Webpage pertama online tahun 1991. Nah Mr.Lee ini nggak pernah dapet uang 1 sen pun dari penemuannya. Sekarang Mr. Lee tinggal di Amerika, dan relatif tidak dikenali. Sekarang lu bayangin kalau Mr.Lee ga pernah nemuin internet, lu hidup saat ini tanpa internet, pasti lu gak bisa dengan enaknya browsing cari jawaban tugas, nonton online, dan tentunya blog gue ini ga bakal ada.
So guys, sekian dulu bahasan dari gue tentang Butterfly Effect. Kalo ada saran atau pertanyaan bisa langsung kontak gue lewat FB atau kontak gue, tunggu aja ya blog gue masih dalam tahap perkembangan hehehe.
Let your voice be heard and thank you.
Comments